Tampilkan postingan dengan label Buat Sendiri.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buat Sendiri.... Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

Make Your Own Destiny..

(Kadang Hal Baik, Berawal Dari Coba – Coba)
               
(Tulisan yang saya tulis mendadak karna mati lampu....)

Screen Printing.....

Saya sedang tertarik dengan kegiatan Screen Printing (baca ; tekhnik cetak saring pada kain,plastik,aluminium maupun stainless steel) semenjak saya tanpa sengaja melakukan pencarian ke mesin pencari Google tentang berbagai macam bentuk Vektor Design. Ada yang unik dari Screen Printing, karena tekhnik ini tidak hanya menghasilkan uang namun juga merupakan media  menyalurkan hobby,kreasi dan imajinasi kita dalam media media seperti kain,plastik dan media media cetak lain. Screen Printing mempunyai dua metode yaitu Manual Printing dan Digital Printing. Karena keterbatasan alat, saya memilih menggunakan metode manual printing.

Diawal percobaan saya menekuni kegiatan ini,banyak sekali halangan yang saya dapatkan. Mulai dari hasil yang tidak terlalu baik (saya memaklumi ini karna saya berada pada tahap pembelajaran), kekurangan alat dan bahan – bahan yang sulit diperoleh. Namun yang paling mengecewakan adalah sulitnya memperoleh bahan – bahan tertentu, karna sulitnya pengiriman melalui udara. Kegiatan saya sedikit tertahan karena hal ini. Saya harus menunggu lebih lama untuk memperoleh bahan-bahan yang saya butuhkan dan harus memikirkan cara yang aman,cepat dan menakar berbagai kemungkinan antar membuat sendiri bahan yang saya butuhkan atau membeli sendiri bahan yang siap pakai (dalam istilah akuntansi ini namanya Diferensiasi Biaya). Dan, saya tidak berhenti disini..

We Make Our Own destiny.....

Sebenarnya, maksud dan inti tulisan saya bukan tentang Screen Printing, namun tentang hal baik yang saya temukan dari keputusan  menekuni kegiatan ini.

Live A Life (baca ; Bikin Hidup Lebih Hidup) bukan sekedar keputusan kita dalam hidup. Ini justru adalah hal paling penting dalam hidup. Setelah kita diberi kehidupan, apakah kita memutuskan untuk berada di titik stagnant dengan hidup dan menyerahkan takdir sepenuhnya dalam tangan Tuhan atau memilih untuk membentuk takdir kita sendiri? Kadang kita dipaksa untuk memilih cara dan jalan hidup yang baik menurut orang lain atau karna kita tertahan pada keadaan tertentu, tidak bisa kemana-mana lagi dan terpaksa memilih hal yang mungkin baik menurut orang lain namun tidak menurut kita.

Kitalah yang sebenarnya menentukan takdir kita sendiri, membentuk dan menjalaninya. Kita berhak memutuskan apa yang baik menurut kita dan bertanggung jawab dengan itu. Meskipun disisi lain, kita juga wajib bertanggung jawab dengan kehidupan orang lain yang bergantung pada kita. Namun  yang paling penting adalah mnyeimbangkan hidup dengan menyeimbangkan Hak dan Kewajiban kita dalam hidup. Kita bisa tetap dalam jalur yang baik menurut kita tanpa harus dan perlu mengecewakan harapan orang lain. Kita bisa tetap nyaman dengan jenis kehidupan yang kita pilih dan menyamankan orang lain dengan tetap mengimbangi kewajiban yang perlu kita jalankan.

Kadang keadaan dalam hidup menghakimi kita tentang baik buruknya hidup, arah dan tujuan hidup dan kita memilih untuk terjebak dalam kubangan keadaan tanpa mampu berani keluar dari keadaan tersebut. Kita dipaksa keadaan untuk memilih tujuan dan cara hidup yang umum, mematikan sebagian bahkan seluruh ide dan kreasi yang kita miliki,stagnant dan tanpa semangat. Determinasi kehidupan terpaksa mati. Keputusan paling penting adalah memutuskan dan memilih takdir kita sendiri.

Ujungnya....

Melakukan kegiatan Screen Printing sebenarnya punya banyak kendala, mulai dari susahnya memperoleh bahan dan alat, bekerja sambil belajar (saya mempelajari screen printing secara autodidak), sampai dengan minat, animo dan daya beli masyarakat yang masih sangat rendah. Namun ini jelas jadi tantangan bagi saya ; harus berhenti dari kegiatan ini atau memikirkan cara untuk tetap menghidupi kegiatan ini disini? Keputusannya adalah bagaimana memanfaatkan semua kendala ini menjadi hal yang menguntungkan. Kreasi dan kreativitas, perhitungan untung rugi yang cermat, fokus, tekun dan tetap melahirkan ide –ide hebat untuk membangkitkan minat pemakai jasa screen printing. Screen printing justru membantu saya menemukan banyak hal baik yang tidak hanya baik menurut kita namun berguna dan baik bagi orang lain dan bahkan memberikan saya pencerahan tentang hidup yang seimbang. Dan itu berawal dari coba – coba..

Saya tetap dalam koridor menyelaraskan hak dan kewajiban saya ; antara menjalankan hal yang saya sukai dan tetap menghargai keinginan orang lain dan melaksanakannya. Saya berpikir bahwa saya telah menemukan hal baru yang mungkin bisa saja tidak hanya mengubah kehidupan saya namun juga membuka dan mengubah cara pandang orang lain. Saya sendirilah yang menentukan takdir hidup saya tanpa perlu mengecewakan harapan orang lain. Hidup itu pilihan bukan? Dan saya memilih untuk fokus dan tekun pada kegiatan yang saya sukai dan tetap menjalankan kewajiban saya terhadap orang lain. Ini bukan semata – mata cara mencari aman, tapi menyeimbangkan kehidupan. Karna kita tidak hanya bertanggung jawab dengan kehidupan kita sendiri namun juga kehidupan orang lain.

Wassalam....    




                                                                                                                Mati Lampu, 2013, April 6th


Selasa, 03 Januari 2012

Blues Indonesia...

Fenomena Boyband dan GirlBand di Indonesia yang memnghebohkan Indonesia bahkan hampir di seluruh Dunia tidak serta merta melorotkan booming musik blues Indonesia. gaungnya mungkin tidak seheboh gaung para BoyBand dan GirlBand, namun jumlah para penikmat musik Blues tidak kalah banyaknya dengan para penggila musik K-Pop yang sedang heboh saat ini.. yang menjadi Pembeda adalah rentang umur para penggemar aliran musik masing - masing.. Penggemar Musik Blues hampir semua kalangan umur, berbeda jauh dengan penggemar musik K-Pop yang sebagian besarnya adalah para Abg...
Musik Blues di Indonesia boleh dibilang sedang di ujung tanduk.. perkembangan musik yang begitu cepat mau tidak mau membuat musisi Blues di Indonesia harus mampu mempertahankan eksistensinya dan lebih gencar memberikan warna dan sentuhan baru pada musik Blues.. Indonesia saat ini memang sedang menggila dengan musik para BoyBand dan GirlBand setelah sebelumnya heboh dengan musik - musik Metal (Melayu Total).. Boleh dibilang jati diri musik itu sendiri sudah hilang saat ini.. Musik yang sebenarnya lebih banyak dikomersilkan ketimbang inti sari dan cita rasa musik itu sendiri.. karya - karya musik yang diciptakan lebih mengedepankan nilai jual ketimbang bermusik dengan hati.. Unsur Komersialitas lebih kental ketimbang Nilai Estetika dan SEni dari musik itu sendiri... 
Lihat saja fenomena pasar musik di Indonesia, yang hampir setiap hari selalu saja ada band baru yang muncul.. Indonesia benar - benar kehilangan cita rasa akan musik.. Percaya atau tidak, band - band baru yang muncul  selalu saja akan tenggelam dan merosot setelahnya.. ini menjadi indikator bahwa musik yang diciptakan lebih berorientasi sebagai modal mendapat bayaran mahal.. Musik dijadikan Investasi ketimbang sebagai karya seni..
Kemajuan tekhnologi juga sangat berpengaruh, sayangnya makin banyak disalahgunakan dengan pembajakan dan karya - karya sampah yang bisa dibuat oleh siapa saja... Musik Blues memang sempat redup di Indonesia karna fenomena ini.. namun beberapa musisi yang masih berharap musik blues kembali hidup di Indonesia, secara sukarela dan bersama-sama berusaha sekuat tenaga menghidupkan kembali pesona musik Blues di Indonesia.. berbagai Festival kembali digelar dengan mendatangkan musisi-musisi blues dunia untung mengembalikan animo masyarakat Indonesia terhadap musik Blues di Indoensia, bahkan Festival yang dibuat di penghujung tahun 2011 ini adalah fetival musik Blues yang terbesar di Asia... Membanggakan memang....
Yang lebih menghebohkan lagi adalah boomingnya sebuah group musik blues asal Indonesia yang memberikan warna baru pada blues Indonesia.. Gugun Blues Shelter tiba - tiba saja menjadi buah bibir di kalangan musisi indonesia saat ini..
Gugun Blues Shelter, atau Gugun and The Blues Shelter (seringkali disingkat GBS) adalah band Indonesia ber-aliran blues, yang dibentuk di Jakarta, pada tahun 2004. Para anggotanya saat ini antara lain Gugun (gitar), Jono (bass) and Bowie (drum). Merka telah merilis tiga album, Get The Bug (2004), Turn It On (2007) dan Gugun Blues Shelter (2010).
Grup musik ini terbentuk pada tahun 2004 untuk bermain di blues bars di Jakarta. Mereka telah bermain di jazz clubs dan festival. Mereka ter-inspirasi oleh Jimi Hendrix, Stevie Ray Vaughn, Betty Davis, dan Led Zeppelin. Pada awalnya, nama dari band ini adalah The Blues Bug, yang mana akhirnya diganti menjadi Blue Hand Gang, dan selanjutnya menjadi Gugun Blues Shelter. Mereka mengganti nama band mereka karena sebuah band asal Yunani telah memakai nama Blues Bug selama sepuluh tahun.
Pada akhir 2004, mereka merilis album independen pertama mereka, Get the Bug. Musisi yang tampil di dalam album ini antara lain Gugun, Jono, dan Iskandar
Di awal 2007, tmereka merilis album kedua, Turn It On, oleh Sinjitos Records. The album was voted as one of the best Indonesian albums of 2007 by Rolling Stone Indonesia. Album ini juga dipilih sebagai "The number one blues album of the year", dengan Gugun yang terpilih sebagai Gitaris blues terbaik se-Asia Tenggara, di tahun 2007 oleh MTV Trax Magazine.
Bowie bergabung dengan band di tahun 2007 (or 2008), menggantikan Iskandar pada drum. Pada tahun 2010, mereka secara independen merilis album dengan nama mereka sendiri sebagai pengganti terhadap album Set My Soul on Fire mereka, yang batal rilis menyusul konflik dengan label mereka.
Pada tahun 2011, Gugun Blues Shelter dipilih oleh juri melalui pemilihan online dari para fans untuk memenangi Kompetisi the Hard Rock Café’s Global Battle Of The Bands, memperingati Ulang tahun Hard Rock Café yang ke-40. Mereka dijadwalkan untuk tampil pada hari Minggu, 26 Juni 2011 di Hyde Park, bersama dengan Bon Jovi, Rod Stewart dan The Killers.
Gugun Blues Shelter memberikan warna baru bagi musik Blues di Indonesia, menjadi kebanggaan pula bagi musik Indonesia dengan kiprahnya di kancah musi Internasional.. 
Musik Blues harus kembali ke jalurnya kembali, kembali bernafas di Bumi Indonesia tanpa harus takut terhimpit dengan aliran musik lain yang semakin banyak hadir di Indonesia.. Musisi Blues Indonesia harus lebih sering berimprovisasi menelurkan musik yang berkualitas dan menarik tanpa harus tersentuh dengan niat mencari laba namun sepenuhnya semata-mata untuk mengembalikan cita rasa musik Blues yang sudah lama hilang...
Yang perlu menjadi perhatian kita saat ini adalah jangan sampai musik Blues kita kehilangan jati dirinya dalam bermusik, kehilangan cita rasa Blues-nya, dan jangan sampai Nilai Komersialisme menghilangkan Cita Rasa dan Jiwa Seni dari Musisi Blues Kita di Inonesia...


Yang Hilang Dari Uniknya Bajawa....

Saya sedang mereview sekian archive blog yang memuat segala macam cerita, pujian, kenangan dan potret kehidupan di Kota Bajawa... Bajawa dengan beribu kekhasannya memang menyimpan begitu banyak cerita kenangan yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh siapa saja, yang menetap dan sempat tinggal di Bajawa atau bahkan sekedar mampir untuk merasakan dinginnya bajawa, derasnya hujan bajawa, menikmati manisnya "Dhea Hae" dan segarnya "Lobo Labu", merasakan pedasnya "koro" bajawa, dan manisnya "Tua Bhara" Bajawa.... Semua terrekam baik dalam memori tiap orang yang pernah mencicipinya.. Inilah Bajawa dan segala kekhasannya...
Saya terlahir dengan nama yang serta merta membuat orang lain tahu kalau saya pasti berasal dari Ujung Timur pulau Flores dan bahkan bukan dari Bajawa.. namun sebenarnya saya berasal dari garis keturunan ibu yang adalah orang Bajawa Tulen.. Bajawa adalah bagian dari diri dan hidup saya yang tidak bisa terpisahkan.. Setengah darah saya adalah Bajawa Dan sebagian besar udara yang saya hirup adalah udara Bajawa... Natal di Desember 2011, saya rayakan di Bajawa.. dengan sedikit Miris, saya merasa ada begitu banyak kebiasaan di hari Natal yang sudah hilang dari Kota Bajawa.. Natal yang saya rasakan di masa kecil saya, rasanya jauh berbeda dengan yang saya rasakan baru - baru ini. Tidak ada lagi Meriam Bambu yang terkenal dan dimainkan dengan "Bheto" kualitas terbaik untuk memnghasilkan bunyi yang sangat besar, tidak ada lagi permainan busi bekas berekor yang dimainkan dengan dilempar ke udara dan akan menghasilkan bunyi besar saat landing di aspal, tidak ada lagi rute tim sapu bersih kue natal ke rumah - rumah sanak saudara dan keluarga, dan animo bocah - bocah yang bersemangat menjadi putra - putri altar dan pelakon drama natal pun tidak lagi saya jumpai... Memori saya merekam begitu banyak kenangan masa kecil dengan sangat baik.. Sepertinya begitu banyak perubahan yang datang menghapus pergi ritual-ritual wajib pada perayaan Natal di Bajawa...
Seabagian besar anak-anak di Bajawa lebih banyak memadati pusat belanja Permainan Kembang Api ketimbang ke Hutan mencari Bheto untuk di buat meriam bambu, Nama yang sering disebut adalah Kios Moro Seneng milik Mas Rasmo daripada Hutan Bambu di Seberang Kali Waewoki.. Kembang Api dari Arah Rumah Jemmy Fong dan Baba Ho'i menjadi pusat perhatian anak -anak daripada menegadah menunggu jatuhnya busi bekas berekor.. Yang ada sekarang adalah ucapan Selamat Natal melalui Sms dan Terlpon, ketimbang inspeksi besar-besaran anak-anak ke rumah para sanak saudara dan keluarga untuk menyapu bersih segala jenis hidangan yang tersedia..
Semua kenangan indah yang pernah saya rasakan saat merayakan Natal di Bajawa, tidak lagi saya dapatkan sekarang.. Semua terganti dengan begitu banyaknya perubahan yang terjadi, segala informasi terkini dan barang - barang Populer yang bermunculan dengan begitu cepat... Alangkah indahnya bila bisa kembali ke masa-masa seperti itu...
Yang perlu disyukuri adalah kekhusukan saat merayakan Natal di Bajawa dan Kekerabatan yang masih terjaga baik... Kita tidak bisa menangkis derasnya arus perubahan yang datang, namun setidaknya ada banyak nilai-nilai moral yang kuat tertanam pada kultur dan Rutinitas Orang Bajawa Yang tidak boleh hilang sekalipun perubahan yang datang memaksa kita untuk tetap kekeuh menjaga tradisi kita.. Karena Di Bajawalah, Kita merasa menjadi saudara, sahabat dan keluarga yang satu... Karena Di Bajawalah, Kita Mengerti arti Kehidupan yang Sebenarnya...


Salam Manis Buat Semua Orang Bajawa, Hoga Woe, Pini Ine, Pame Ame dan Semua yang pernah Merasakan dan Menyaksikan Indahnya Bajawa...
Syalom//......




Kamis, 08 Desember 2011

Chronicles 3rd..

Saya merasa sedikit malu dengan diri sendiri ketika memutuskan untuk menuliskan ini ( 1. karna saya tidak terbiasa menjadi orang melankolis, 2. bahasa tulisan yang sederhana dan 3. jalan pikiran yang ngelantur ngawur)....Saya mencoba membuat perbandingan antara musisi pribumi (Indonesia) dan musisi mancanegara dalam memahami dan mengekspresikan rasa cinta...Pertanyaan awal saya,mengapa musik orang bule jauh lebih bertahan lama,ketimbang musik dalam negeri (khususnya 10 tahun terakhir ini)..? Jawaban saya cuma satu yang pasti! Ekspresi cinta yang dituangkan musisi bule jauh lebih jujur ketimbang musisi pribumi yang mengekspresikan cinta secara lebay...Dari kacamata industri musik pun mungkin demikian sama. Yang menjadi pembeda adalah intensi bermusik para musisi. Musisi bule benar-benar menenggelamkan diri dalam musik karna musik adalah hidup mereka bukan karna niat kejar setoran,modal tampang,menjiplak ataupun numpang tenar seperti musisi pribumi. Yang sedikit melegakan adalah tidak semua musisi pribumi yang demikian. Musisi pribumi era 80an-90an bahkan yang masih bertahan sampai saat ini,mempunyai pola dan intensi musikal yang sama dengan musisi bule. Lagu-lagu mereka bertahan lama dan masih tetap enak didengar sekalipun dikerubuti banyak musisi baru lainnya.Kembali ke persoalan awal ; jujur dalam bermusik membuat karya yang tercipta menjadi begitu enak didengar dan bertahan lama. Saya sedikit memberi gambaran dengan mengambil beberapa kasus yang dialami oleg Eric Patrick Clapton (musisi favorit saya ; one of the best in the world) dan beberapa karya-karyanya yang saya nilai dituangkan dengan benar-benar jujur.1. LAYLA & THE OTHER ASSORTED LOVE SONGBeberapa karya terkenalnya adalah lagu Bell Bottom Blues,Blue Eye Blue dan Layla. Lagu-lagu tersebut dengan jujur menggambarkan perasaannya terhadap Pattie Boyd, istri dari sahabat dekatnya sendiri yang tidak bisa terungkap secara langsung namun lewat karya-karyanya tersebut..Lirik terkuat,terhebat dan paling menyentuh menurut saya ada pada lagu Bell Bottom Blues "If i could choose a place die,it would be in your arms.." Menyentuh sekali bukan? Bahkan mungkin tragedi paling mengerikan dalam episode hidupnya. Bayangkan saja,memendam rasa begitu lama (tajam di hati,tumpul di mulut)..2. TEARS IN HEAVENLagu yang menggambarkan betapa hancurnya hati Eric ketika dipaksa menerima kenyataan ditinggal pergi anaknya yang tewas terjatuh dari sebuah apartemen di kota Manhattan. Ini juga salah satu episode tragis paling buruk dalam hidupnya! "would you know my name,when i saw you in heaven..?"...Ini bukan fanatisme,ini cuma sebuah contoh dari betapa banyak contoh para musisi yang berkarya dengan hati dan jujur. Kejujuran itu tertuang dalam aliran nada yang begitu mengalir,pilihan nada yang pas,hentakan emosi lewat dinamika nada dan lirik yang begitu kuat. Inilah yang membuat musik yang jujur akan tetap segar sekalipun era musik terus berganti. Poin lain yang ingin saya sampaikan adalah Lagu,Cinta Dan Kejujuran memberikan efek magis positif buat siapa saja...Ketiganya memberi banyak sekali angin segar bagi siapa saja!Saran saya :1. Ungkapkan Cinta pada siapa saja dengan Lagu...2. Rayakan Cinta bersama siapa saja dengan Lagu..P.S. : lakukan semuanya dengan jujur,ditemani Lagu Cinta yang jujur...

Sabtu, 26 Februari 2011

Chronicles 2nd

Mengapa kita selalu diberi pilihan yang sulit,justru di saat kita sendiripun berada di posisi yang sulit pula?


Damn...

Kenapa kita harus menjadi sebingung ini?

Pilih yang itu salah,yang itu juga salah!

Apa sebenarnya yang salah?

Kenapa hal yang baik,yang indah bisa jadi terasa sulit dan menjadi beban buat kita?


Bukannya menyangkal but every rose has its torn!


Kita sampai di titik harus memilih!

Memilih 2 hal yang sulit,di saat yang sulit pula!


Kenapa hal yang awalnya terasa menyenangkan jadi semakin sulit sekarang?

Atau memang ini buktinya kalo roda kehidupan selalu berputar?


Yang jelas tidak ada yang bisa disalahkan!

Semua beban dan rasa sakit adalah ciptaan kita sendiri!

Tidak perlu disangkal!


Hal paling penting sekarang adalah berpikir keras!


Berpikir bagaimana menjadi orang yang kuat!

Chronicles 1st

Ada saatnya kita cuma diam...


Ada saatnya kita cuma membisu...


Ada saatnya kita cuma melongo...


Tidak tahu harus berbuat apa...


Tapi itu bisa jadi senjata...


Orang bilang diam itu emas,tapi kadang justru bisa jadi bumerang...


Tapi diam bisa jadi pilihan...


Untuk saat ini saya memilih diam...


Hengkang dari hiruk pikuknya dunia yang bising...


Hengkang dari begitu banyaknya persoalan hidup...


Hengkang dari begitu banyak pertanyaan tentang apa itu hidup...



Hengkang dari hidup yang mempertanyakan apa yang kita miliki dan apa yang bisa kita miliki nanti...


Hengkang dari kenyataan bagaimana seharusnya berbuat baik...


Hengkang dari kenyataan bagaimana menjadi orang yang mengerti...


Hengkang dari berbagai macam jalinan & relasi...


Saya memilih hengkang...


Hengkang dalam diam...


Hengkang dan Diam...


Bukan berarti menyerah...


Cuma ingin bertanya sendiri...


Bagaimana menjadi berarti....??!!